Perilaku orang-orang yang dimabukkan oleh cinta, seringkali membuat orang yang disekitarnya menjadi merasa cringe/jijik, terhibur atau bahkan heran "kok ada orang yang segila itu". Dan saya adalah orang yang bertanya-tanya tentang alasan kenapa orang-orang yang sedang merasakan cinta menjadi sedemikian itu perilakunya? Karena saya pribadi benci dengan sikap yang demikian itu (jadi bahan ledekan orang-orang sebabnya, gak semua masyarakat memandang itu sebagai sesuatu yg amoral (lepas dari penilaian moral)).
Setelah mengeksplorasi dari berbagai sumber dan perenungan, saya dapat simpulkan tentang beberapa alasan kenapa orang yg sedang merasakan cinta cenderung bersikap konyol bahkan memalukan.
Pertama, pengaruh hormon yang tidak seimbang alias berlebihan. Ketika level dopamin dalam tubuh terlalu tinggi, kita berpotensi melakukan tindakan-tindakan yang tidak rasional. Misalnya makan berlebihan atau malah tidak makan sama sekali. Level dopamin yang tinggi juga bisa membuat kita lebih mudah cemburu (overprotektif) dan mudah marah-marah.
Kedua, emosi intens yang menurunkan kontrol kognitif. Sebenarnya ini masih bagian dari pengaruh otak juga. Jadi, menurunnya kontrol kognitif, membuat kita menjadi tumpul alias tidak kritis lagi dalam berpikir dan mengambil keputusan.
Keterbatasan dalam mengontrol pikiran, membuat kita sering gagal mengevaluasi keadaan dan lingkungan sekitar secara objektif, sehingga mengarahkan kita pada keputusan-keputusan yang tidak rasional
Dalam beberapa situasi, mungkin kita akan mengambil sebuah keputusan yang hanya menguntungkan orang tercinta (dan mengabaikan diri kita). Kita tak terlalu memikirkan konsekuensi dari tindakan tersebut (tentang apakah akan menciderai kita bahkan harga diri kita) karena menurunnya kontrol atas pikiran kita. Sehingga, sering kali perasaan cinta ini menghilangkan kejelasan dan ketenangan pikiran.
Saking cintanya, ketika seseorang yang kita cintai meminta sesuatu, kita akan menuruti permintaannya. Emosi yang intens atau terlalu dalam, seringnya menghalangi pemikiran yang logis. Makanya cinta itu dianggap buta.
Ketika kita sedang mencintai seseorang, alangkah baiknya untuk senantiasa tetap menjaga kesadaran serta kewarasan kita. Kita diharuskan lebih banyak merenung, introspeksi dan mengevaluasi tindakan-tindakan kita selama mencintai. Mencintai itu perlu kehati-hatian, karena jika kita sedikit saja lengah dalam menjaga kesadaran dan kewarasan kita, maka yang terjadi secara tidak sadar kita akan melukai/menyakiti orang yang kita cintai atau bahkan diri kita sendiri.
0 komentar:
Posting Komentar