Keberadaan cinta seringkali memabukkan. Dari kemabukkan itu, muncul sikap-sikap irasional yang membuat seseorang terlihat konyol, aneh dan gak masuk nalar. Tingkah orang-orang yang sedang mencintai itu jika diperhatikan secara seksama, terlihat seperti orang yang tengah ditunggangi oleh sesuatu. Apa/Siapa yang menungganginya?
Dalam sudut pandang sains, semua hal pasti didasarkan pada bukti empiris, atau dengan kata lain data-data yang bisa diuji. Dalam hal ini, jika kita bertanya apa/siapa yang menunggangi seseorang dalam mencintai, maka jawabannya adalah hormon.
Apa itu hormon? Hormon adalah zat kimia yang dibuat oleh sel-sel khusus kelenjar endokrin untuk memengaruhi berbagai sistem dan proses yang terjadi di dalam tubuh. Hormon dapat mengendalikan proses pertumbuhan, reproduksi, metabolisme, kekebalan, dan pola hidup manusia.
Dari pengertian itu dapat disimpulkan bahwa, gerakan kita secara inheren ditunggani oleh hormon-hormon yang berada di dalam tubuh kita. Ada banyak jenis hormon yang memengaruhi diri kita, namun dalam momen tertentu ada beberapa hormon yang menjadi lebih dominan. Dalam hal ini, hormon apa saja yang mendominasi ketika kita sedang merasakan cinta? Hormon tersebut adalah dopamin, norepinefrin, serotonin dan oksitosin.
Apa itu hormon dopamin? Hormon dopamin adalah senyawa kimia di otak yang berperan sebagai penghantar sinyal saraf atau neurotransmiter. Dopamin inilah yang mempengaruhi reaksi anggota tubuh terhadap suatu rangsangan. Ketika seseorang sedang merasakan cinta, hormon dopamin akan meningkat sehingga membuatnya lebih puas, bersemangat dan perasaan girang/senang (bahkan sampai sulit untuk tidur).
Namun, pecinta dengan dopamin yang mendominasi memiliki hasrat dan ketahanan cinta yang rendah dan umumnya dimiliki oleh orang yang sedang kasmaran di awal jatuh cinta atau pendekatan saja. Meskipun hormon dopamin cenderung cepat memudar, namun mampu memberikan luapan rasa gembira atau bahagia di hati.
Kemudian apa itu hormon norepinefrin? Hormon ini merupakan senyawa yang meningkatkan detak jantung dan energi. Orang yang sedang merasakan cinta, secara alami akan meningkatkan produksi norepinefrin di dalam tubuh. Norepinefrin bertugas untuk memusatkan perhatian terhadap objek tertentu, menyimpan memori, dan berperan dalam mengelola emosi.
Norepinefrin ini dapat bertindak sebagai neurotransmitter yang memberikan efek serupa dengan narkotika. Norepinefrin menyampaikan pesan bahagia di otak. Hal ini menyebabkan terbentuknya senyum di wajah seseorang, dan bisa sampai jingkrak-jingkrak ketika lihat foto seseorang yang dicintainya, bahkan hingga terbawa mimpi.
Selanjutnya, apa itu hormon serotonin? Hormon serotonin merupakan senyawa kimia yang dihasilkan oleh sel saraf pada otak. Hormon ini sering disebut dengan natural mood stabilizer, karena fungsinya dalam menjaga suasana hati agar tetap tenang dan bahagia. Hormon yang satu ini mempengaruhi rasa lapar, sakit, mood, dan juga mengatur tubuh untuk tidur.
Ketika seseorang merasakan cinta, kadar hormon serotonin akan teregulasi dengan baik di dalam tubuh, sehingga seseorang merasa nyaman, bahagia, dan cenderung tak mudah sakit.
Yang terakhir oksitosin, hormon apa itu? Hormon oksitosin merupakan hormon yang diproduksi di hipotalamus lalu dilepaskan ke aliran darah oleh kelenjar pituitari. Hormon oksitosin bertindak sebagai pembawa pesan di otak, serta memiliki peran penting dalam pengaruh perilaku manusia dan interaksi sosial.
Saat seseorang sedang merasakan cinta, hormon ini mempengaruhi perilaku (rasa gairah, rasa percaya, dan optimisme) dan kedekatan (keterikatan romantis). Hormon ini menimhulkan beberap reaksi fisiologis, diantaranya: memerahnya kulit di area pipi, telapak tangan yang berkeringat dan jantung yang berdegup kencang.
Demikianlah beberapa hormon yang bisa saya katakan, menunggangi tubuh dan pikiran kita ketika sedang mencintai seseorang. Sebenarnya ada lebih dari sekadar hormon-hormon ini yang aktif, namun baru ini yg teridentifikasi (dari sumber-sumber yg didapat) oleh saya.
Referensi:
https://chemistry.untan.ac.id/metabolisme-karbohidrat-dan-diabetes-mellitus/
https://www.brainacademy.id/blog/hormon-cinta-pada-otak-manusia
https://www.fimela.com/amp/3717049/3-jenis-hormon-yang-muncul-saat-jatuh-cinta-kamu-dipenuhi-bahagia
https://www.klikdokter.com/psikologi/relationship/ketahui-peran-5-hormon-ini-saat-anda-jatuh-cinta
https://www.zenius.net/blog/hormon-cinta